Masa menyusui adalah masa yang sangat penting dan
berharga bagi seorang ibu dan bayinya. Pada masa ini hubungan emosional antara
ibu dan anak akan terjalin. Dengan periode yang cukup panjang, masa menyusui
sangat baik bagi perkembangan mental dan psikis anak. Ketika air susu mengalir
dari sang ibu, anak akan merasakan betapa besar curahan cinta, kasih sayang,
dan kehangatan yang diberikan kepadanya.
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan bernutrisi dan
berenergi tinggi, yang mudah untuk dicerna. ASI memiliki kandungan yang dapat
membantu penyerapan nutrisi. Sayangnya akhir-akhir ini ditemukan kecenderungan
ibu-ibu menyusui mulai tergoda dengan iklan-iklan susu formula sehingga rela
mengorbankan atau mengganti ASI dengan susu formula atau susu botol.
Kebaikan
ASI Eksklusif
Padahal menurut beberapa penelitian, pemberian ASI
eksklusif dapat menghindarkan bayi dari berbagai penyakit berbahaya seperti
infeksi, diare, radang otak, radang paru-paru, diabetes dan kanker. Begitu juga
dengan kesehatan ibu. Dengan memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi akan
mempercepat pengembalian uterus seperti sebelum melahirkan (involusi uterus)
dan banyak lagi.
ASI eksklusif diberikan pada bayi saat lahir sampai
berusia 6 bulan tanpa makanan dan minuman lain, bahkan air putih sekali pun.
ASI ini sangat baik sekali bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi, karena
merupakan makanan utama bayi.
Baik badan kesehatan dunia (WHO), maupun Badan PBB
untuk anak-anak yaitu UNICEF serta berbagai riset medis telah menyatakan bahwa
ASI eksklusif selama enam bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Pada
bulan-bulan awal, saat bayi dalam kondisi yang paling rentan, ASI membantu
melindungi bayi dari diare, sudden infant death syndrome(SIDS) atau
sindrom kematian tiba-tiba pada bayi, infeksi telinga dan penyakit infeksi lain
yang biasa terjadi.
Kualitas
ASI Terbaik
Penelitian yang dipublikasikan pada 1998 oleh American
Journal of Clinical Nutrition menunjukkan kandungan asam laurat dan
asam kaprat dalam air susu ibu meningkat setelah mengkonsumsi minyak kelapa (virgin
coconut oil). Asam laurat dan asam kaprat berfungsi sebagai agen
antimikrobial. Asam lemak sebagai formula yang dapat melindungi bayi dari
virus, seperti herpes, HIV, protozoa (lamblia), dan bakteri (clamidya dan
helicobacter).
K-SaudaVCO merupakan pilihan yang tepat bagi ibu yang sedang
menyusui dengan kandungan habbatus sauda dan VCO serta vitamin E yang
baik untuk kesehatan. Salah satu senyawa yang dikandung K-SaudaVCO sama
dengan yang terdapat dalam air susu Ibu (ASI) dan mampu memenuhi kebutuhan gizi
ibu menyusui, yaitu kandungan asam laurat yang terdapat sebanyak 48%.
Sementara asam laurat sebagai antivirus dan
antibakteri alami sangat banyak ditemukan di minyak kelapa murni. Dengan
mengonsumsi K-SaudaVCO secara rutin, Ibu telah mensuplai persediaan asam
laurat yang berlimpah ke dalam ASInya. Selain itu K-SaudaVCO
mengandung banyak asam lemak dan enzim yang membantu pembentukan HAMLET (Human
Alpha-lacalbumin Made Lethal to Tumour cell) yang mampu mematikan sel
kanker.
Jika rutin mengkonsumsi K-SaudaVCO selama
menyusui, ibu telah meningkatkan kualitas ASI yang kaya akan nutrisi dan zat
pembunuh kanker, antivirus dan antibakteri. Jika ibu bisa menjaga pola makan
selama masa menyusui, ASI yang dihasilkan akan sehat dan berkhasiat untuk
menyembuhkan berbagai penyakit serta membentuk sistem kekebalan alami pada
anak.
Keunggulan
K-SaudaVCO
K-SaudaVCO memiliki
komponen yang sangat mempengaruhi kualitas ASI yang berguna untuk tumbuh
kembang bayi Anda. Komponen MCFA (Middle Chance Fatty Acid) atau Asam
Lemak Rantai Sedang yang terdapat dalam VCO seperti asam laurat mempunyai
manfaat sebagai berikut :
- Memudahkan bayi atau calon bayi menyerap nutrisi.
- Memperbaiki penyerapan vitamin, mineral, dan protein yang larut lemak.
- Meningkatkan absorbsi kalsium yang penting bagi pertumbuhan.
- Melindungi bayi dari mikroorganisme berbahaya.
- Sebagai formula untuk penyembuhan kekurangan gizi pada bayi, dapat diserap cepat oleh tubuh karena memiliki komponen MCFA (asam laurat, asam kaprilat, asam kaprat, asam oleat, asam miristat, asam palmitat).
- ASI yang tidak mengandung cukup MCFA, dapat mengakibatkan bayi menderita kekurangan gizi dan menjadi rentan terhadap penyakit menular. Dengan diberi banyak pasokan yang mengandung MCFA, ASI yang dihasilkan akan kaya dengan bahan gizi.
- VCO disalurkan secara langsung ke dalam liver dan diubah menjadi energi sehingga tubuh mendapatkan tambahan energi.
- Riset menyarankan bahwa ibu yang memasukan sumber asam laurat seperti VCO dalam makananya, dapat memperkecil resiko bayi yang disusuinya terkena infeksi.
Oleh
karena itu mengkonsumsi K-SaudaVCO bagi ibu menyusui akan memberikan
manfaat yang baik untuk kualitas ASI sekaligus meningkatkan kesehatan ibu dan
bayi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar