Setiap orang tua pasti mendambakan buah hatinya
tumbuh cerdas dan kuat. Faktor keturunan meski menjadi salah satu penentu,
namun ternyata hanya berpengaruh sekitar 20% terhadap kecerdasan anak.
Pengaruhnya terutama dalam menentukan berapa banyak sel otak yang dibawa
seorang bayi yang baru lahir dan berapa kecepatan rata-rata yang dimiliki bayi
dalam penghantaran sinyal antara sel-sel otak.
Lantas apa saja faktor yang menentukan kecerdasan
seseorang? Sebanyak 30% faktor lain ditentukan oleh rangsangan yang dilakukan
secara terus-menerus. Sebuah penelitian menyebutkan sel-sel otak anak pada usia
1 sampai 3 tahun bersifat sangat aktif dalam menerima informasi untuk disimpan
dalam kotak-kotak memori sel otak yang masih kosong. Rekaman yang tersimpan
dalam kotak memori yang masih kosong ini akan tertanam di pikiran bawah sadar
dan tinggal sepanjang hayat untuk membentuk sifat, pola pikir dan karakter
seseorang saat dewasa nanti.
Jadi,
rangsangan dalam bentuk pola asuh dan kondisi lingkungan yang baik sangat
berpengaruh terhadap karakter seseorang. Misalnya saja seseorang yang kurang PD
(percaya diri) mungkin disebabkan karena sewaktu kecil tidak pernah dirangsang
untuk mengembangkan kreativitasnya.
Setelah anak mencapai usia 3 tahun, sel-sel otak
yang sudah bertambah banyak akan dimaksimalkan potensinya dengan membentuk
jaringan penghubung antara sel otak yang satu dengan sel otak yang lain. Setiap
rangsangan akan menghasilkan satu jaringan penghubung baru sehingga anak dapat mengembangkan
daya nalar dan imajinasinya terhadap suatu hal. Oleh karena itu pada masa ini
sebaiknya anak banyak mendapat rangsangan seperti diajak jalan-jalan ke banyak
tempat, memberinya mainan edukatif, mengajarkan cara bersosialisasi atau
mengasah kemampuannya dalam berbagai lomba anak.
Kemampuan maksimal sel-sel otak dalam menerima
memori baru akan berakhir saat anak berusia 12 tahun. Otak akan lebih selektif
dalam menerima informasi, sehingga fungsinya terutama hanya untuk mengembangkan
memori yang tersimpan sesuai kebutuhan. Di sinilah peran penting rangsangan
yang akan menambah kekayaan informasi di dalam otak yaitu misalnya dengan cara
rajin belajar, membaca dan berdiskusi agar sel-sel otak dan jaringannya
berkembang membentuk multi koneksi satu sama lain, mengaitkan informasi baru
dengan informasi lama dan membuat kecerdasan anak semakin berkembang.
Faktor terakhir dengan presentase sebesar 50% yang
menentukan kecerdasan anak adalah asupan nutrisi yang seimbang. Mengapa?
Keturunan sebagai cikal bakal kecerdasan dan rangsangan untuk memaksimalkannya,
tidak akan berarti tanpa nutrisi yang menjadi kebutuhan utama sel-sel otak dan
jaringannya untuk tumbuh dan berkembang. Usia yang disebut anak (sampai 12
tahun) adalah masa-masa terpesat pertumbuhan dan perkembangan, sehingga nutrisi
yang diperlukan untuk anak lebih besar daripada usia-usia lain.
Asam lemak esensial (DHA, EPA dan lain-lain)
merupakan nutrisi utama untuk otak karena merupakan komponen terpenting yang
diperlukan untuk menyusun sel-sel otak dan jaringannya. Asam lemak ini disebut
esensial karena tidak bisa diproduksi secara alami di dalam tubuh, sehingga
penting bagi orang tua untuk memberikan asupan tambahan asam lemak esensial
dari bahan yang alami seperti minyak hati ikan cod. Nutrisi ini dibutuhkan
untuk bahan baku milyaran sel otak yang terus tumbuh dan jaringan yang disebut
dendrit. Jumlah dendrit di dalam otak dapat mencapai bilangan tak terhingga
seperti ranting pohon yang terus bertambah ketika kita mempelajari hal baru.
Jadi semakin banyak jumlah sel otak dan dendrit di dalam otak, maka akan
semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang.
Otak juga pada hakekatnya bekerja sangat berat
sebagai pusat sistem saraf yang juga merupakan pusat pengaturan seluruh badan
dan pemikiran. Otak balita tidak pernah tidur untuk terus tumbuh. Hal ini yang
membuat kebutuhan nutrisi otak anak lebih besar dan penting dibandingkan dengan
kebutuhan nutrisi organ-organ yang lain. Jadi saat anak kekurangan nutrisi pada
usia kritis ini, anak akan kehilangan kesempatan terbaiknya untuk cerdas dan
sehat.
Otak anak juga memiliki kemampuan belajar yang
lebih baik dibanding dewasa. Jika tidak dimanfaatkan dan mendapat nutrisi yang
cukup, sel otak dan dendrit ini akan bunuh diri sebagai salah satu bentuk
efisiensi alami tubuh saat suatu sel tidak dibutuhkan lagi. Sel otak dan
dendrit yang rusak dan melakukan bunuh diri secara massal bisa menjadi salah
satu penyebab penyakit gangguan otak seperti epilepsi, ayan, autis,
keterbelakangan mental sampai kelumpuhan.
Berikan selalu K-Kids yang memiliki
kandungan asam lemak esensial alami dari minyak hati ikan cod, vitamin A dan
vitamin D untuk mencukupi kebutuhan nutrisi agar otak dan tubuh bisa bekerja
secara optimal. Dosis yang sangat sesuai dan khusus diformulasi untuk anak
dapat memberikan energi yang cukup setiap harinya agar kecerdasan otak seorang
anak dapat terus tumbuh dan berkembang secara sempurna. Bangun fondasi yang
kokoh untuk bekal kecerdasan buah hati anda dengan nutrisi dari K-Kids.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar